1992
PT. Bank Victoria International didirikan di Jakarta.

1994
PT. Bank Victoria International memperoleh ijin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk beroperasi sebagai Bank Umum dan mulai beroperasi secara komersil.

1997
PT. Bank Victoria International memperoleh ijin dari Bank Indonesia sebagai Pedagang Valuta Asing.

1999
PT. Bank Victoria International, Tbk pada bulan Juni, memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) untuk melakukan penawaran umum kepada masyarakat sebanyak 250.000.000 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal dan harga penawaran sebesar Rp 100 per Saham dan sebanyak-banyaknya 80.000.000 Waran Seri I yang menyertai Saham Biasa Atas Nama melalui pasar modal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

PT. Bank Victoria International, Tbk pada bulan Desember, memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) untuk melakukan penawaran Obligasi Bank Victoria I tahun 2000 kepada masyarakat sebanyak-banyaknya sebesar Rp 100.000.000.000.

2000
Pada bulan Maret, seluruh obligasi Perusahaan telah dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya.

PT. Bank Victoria International, Tbk pada bulan Agustus, memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD),
kembali ke atas >>

 

sebanyak-banyaknya 705.243.360 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan yang ditawarkan dengan harga Rp 100 per saham dan sebanyak-banyaknya sejumlah 423.146.616 Waran Seri III yang menyertai Saham Biasa Atas Nama melalui pasar modal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pada bulan November, dari jumlah saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya 614.000.000 Saham, jumlah yang diambil oleh Pemegang saham yang berhak/pemegang Sertifikat Bukti Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 100.000.000 saham.

2003
PT. Bank Victoria International, Tbk pada bulan Februari, memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II kepada para pemegang saham dalam penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya 705.243.360 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan yang ditawarkan dengan harga Rp 100 per saham dan sebanyak-banyaknya sejumlah 423.146.616 Waran Seri III yang menyertai Saham Biasa Atas Nama melalui pasar modal sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pada bulan April, dari jumlah saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya 705.243.360 Saham, jumlah yang diambil oleh Pemegang saham yang berhak/pemegang Sertifikat Bukti Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak 400.000.000 saham.

2004
Pada bulan Desember, sejumlah 1.258.585.426 saham Bank Victoria telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta.

2005
Pada bulan Maret, PT. Bank Victoria International, Tbk melakukan pelunasan awal (call option) atas seluruh pokok obligasi dengan harga perolehan 100%.